Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pantun Bahasa Madura, Menggali Kekayaan Budaya Melalui Puisi Tradisional

Pantun Bahasa Madura, Menggali Kekayaan Budaya Melalui Puisi Tradisional

Pernahkah kamu mendengar pantun dalam bahasa Madura? Jika belum, mari kita kenali lebih dekat salah satu bentuk puisi tradisional yang menarik ini. Pantun bahasa Madura memiliki ciri khas dan keunikan yang mencerminkan kekayaan budaya Madura. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai pantun bahasa Madura dan bagaimana cara menikmati serta mengapresiasinya sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal.

Sejarah dan Latar Belakang Pantun Bahasa Madura

Pantun bahasa Madura merupakan salah satu bentuk puisi tradisional yang berasal dari masyarakat Madura di Jawa Timur dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Pantun ini telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kebudayaan Madura yang kaya akan nilai-nilai luhur dan kearifan. Pantun bahasa Madura sering digunakan dalam berbagai acara adat dan upacara tradisional, serta sebagai sarana hiburan dan penyampaian pesan moral kepada masyarakat.

Struktur dan Ciri Khas Pantun Bahasa Madura

Pantun bahasa Madura memiliki struktur yang khas dan berbeda dari pantun dalam bahasa Indonesia. Pantun ini biasanya terdiri dari empat baris, dengan rima yang menyatu pada baris kedua dan keempat. Selain itu, pantun bahasa Madura juga sering menggunakan bahasa yang puitis dan penuh makna, sehingga memerlukan pemahaman yang mendalam untuk menangkap pesan yang ingin disampaikan.

Contoh Pantun Bahasa Madura Beserta Artinya

Berikut adalah beberapa contoh pantun bahasa Madura yang bisa kamu nikmati:

Ngolah gabah sampeyan dhewe

Wilujeng ngantosan panganan

Uteung-uteung ngora-ora mrene

Mule'ane malih tibo barenan


Artinya:

Menanam padi sendiri

Selamat menunggu makanan

Hari berganti, waktu berlalu

Sudah datang lagi musim panen


Ngolah lada ngayake gula

Bumiyah madha pagawe pupuh

Kain batik mukanya silih ala

Nyandhake wengi rasanah akeh


Artinya:

Menanam lada mendapatkan gula

Bumi ini selalu memberi hasil

Kain batik wajahnya selalu berbeda

Menambah semangat di malam hari


Sandhangan arit kae tatakana

Kula belek ngalami blangkon

Uyoh-uyoh matekkala nana

Iku pekase ngapakne mongkon


Artinya:

Alat pemotong kayu itu sangat tajam

Saya mengenakan blangkon (tudung kepala tradisional Madura)

Menyadari bahwa malam ini dingin

Karena itu, saya memakai kain penutup kepala lagi


Durung adhe'nggani nange sate

Lelehan nyongkolang sayangen

Dukunge duweni kueh tutugna

Lekahno enak iki saking dadi


Artinya:

Belum dapat menikmati sate

Kerabat dekat saya sangat saya cintai

Duduk di samping kue tutugna (nasi campur Madura)

Ini rasanya enak dari biasanya.


Lamun pelampah kangkung wuri

Bukahe gede' simpehne de'e

Kangkung tebihne petik seneng

Tangane nganggo sarong pa'e


Artinya:

Jika mencari kangkung di rawa

Akarnya besar dan menarik perhatian

Kangkung dipetik dengan senang hati

Ditangkap dengan sarung yang digunakan


Panggile jenenge sibak ngarep

Macahe kertha akal nguni

Wujude matek keliru mbakyu

Bangge' maneh kena keles nguli


Artinya:

Memanggilnya "sibak ngarep" (nama kue tradisional)

Membaca doa agar pikiran jernih

Bentuknya tampak aneh

Tapi ternyata rasanya enak sekali


Kapal mou'ane mategalun ngeli

Api'ane gede, jabanane sese

Nanging kudu piye sampeyan nate

Bakal peteng, neng po'e atine


Artinya:

Kapalnya bergerak naik turun di ombak

Api-nya besar, asap-nya hitam

Tapi bagaimana cara Anda bertahan

Akan menjadi masalah pada akhirnya


Sate puteh engka' kenek duwe

Bakal bungah kumbu'ane nambahi

Nanging kudu piye engka' aturke

Urutan meh putihna tambah rapi


Artinya:

Satenya terlihat cantik dan menarik

Aroma yang semerbak menambah nafsu makan

Tapi bagaimana cara Anda menata

Penataannya harus rapi dan bagus


Itulah beberapa contoh pantun dalam bahasa Madura. Semoga bisa memberikan gambaran tentang kekayaan budaya dan bahasa Madura.

Manfaat Menikmati Pantun Bahasa Madura

Menikmati pantun bahasa Madura memiliki beberapa manfaat, antara lain:

1. Mengenal kebudayaan Madura lebih dalam. Melalui pantun bahasa Madura, kamu dapat menggali kekayaan budaya Madura dan memahami nilai-nilai serta kearifan yang terkandung di dalamnya.

2. Mengasah kemampuan berbahasa dan apresiasi sastra. Dengan membaca dan menikmati pantun bahasa Madura, kamu akan melatih kemampuan berbahasa dan apresiasi sastra yang lebih baik, sekaligus mengenal puisi tradisional Indonesia lebih luas.

3. Melestarikan budaya lokal. Menikmati pantun bahasa Madura merupakan langkah dalam melestarikan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai luhur dan keindahan. Dengan mengapresiasi pantun bahasa Madura, kamu turut serta dalam menjaga kelestarian budaya dan memperkaya khazanah sastra Indonesia.

Cara Menikmati Pantun Bahasa Madura

Untuk menikmati pantun bahasa Madura, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Belajar dan memahami kosakata bahasa Madura. Agar dapat menikmati pantun bahasa Madura dengan baik, kamu perlu menguasai kosakata dan pemahaman bahasa Madura. Kamu bisa belajar dari kamus, media sosial, atau bergabung dengan komunitas pecinta bahasa Madura.

2. Membaca dan mendengarkan pantun bahasa Madura. Kamu bisa mencari pantun bahasa Madura melalui buku, artikel, atau video di internet. Dengan membaca dan mendengarkan pantun bahasa Madura, kamu akan lebih memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan.

3. Berlatih mengarang pantun bahasa Madura. Jika kamu ingin lebih terampil dalam menikmati pantun bahasa Madura, cobalah untuk mengarang pantun sendiri. Dengan berlatih, kamu akan semakin menguasai teknik dan gaya bahasa yang digunakan dalam pantun bahasa Madura.